Di tengah gerusan kebudayaan unggul Barat terhadap budaya-budaya lokal termasuk budaya Sunda, saatnya manusia Sunda memikirkan cara agar generasi mendatang tidak kehilangan jati dirinya. Pengaruh global sangat kuat melalui games, film, telepon seluler dan bahkan melalui buku dan online. Arus globalisasi telah sampai ke pelosok desa bahkan yang tidak terjamah listrik. Akankah manusia dan budaya Sunda punah ditelan jaman?
Beberapa hal harus diambil langkah untuk memperpanjang usia kebudayaan Sunda kecuali memang mau dibiarkan punah lebih cepat.
1. Tanggung jawab inohong Sunda untuk mulai menyusun sebuah cetak biru menyelematkan generasi baru Sunda yang hidup di era globalisasi, di era teknologi informasi serta penguasaan bahasa asing yang mumpuni. Para tokoh Sunda - bukan berarti yang sudah tua usianya - sudah saatnya berkumpul membuat sebuah buku putih apa yang harus dilakukan manusia Sunda saat ini. Tidak hanya untuk mempertahankan budaya agar tetap eksis tetapi lebih dari itu memanfaatkan kemajuan globalisasi untuk keluar sebagai pemenang persaingan budaya. Sunda sebagai sebuah budaya diantara berbagai kekayaan budaya dunia ini semestinya bisa memperkaya budaya dunia.
2. Penguatan sub-budaya unggulan. Dari berbagai budaya Sunda yang ada sekarang tidak dapat dipungkiri ada beberapa bagian yang lemah. Misalnya budaya malas, asal terima, cepat menyerah, tergantung kepada alam dan beberapa ciri manusia Sunda yang juga melekat pada ciri manusia Indonesia. Saatnya kini memperjuangkan dan mengangkat sub budaya unggulan seperti ungkapan cikaracak ninggang batu laun-laun jadi legok. Budaya ketekunan, budaya memelihara jati diri dan memperkuat silaturahmi merupakan sebuah andalan Sunda. Dari bidang seni, aneka ragam hasil karya seni juga sangat kaya. Sudah saatnya diangkat ke layar lebar, diangkat di dunia maya untuk dipelihara dan dirawat.
3. Aksi sistematik. Pemberdayaan manusia sunda masa depan harus dilakukan secara sistemik, secara komprehensif, bukan perencanaan tambal sulam. Aksi sistematik ini memang tidak harus tergantung kepada pejabat pemerintah tetapi seharusnya berada di tangan kelompok-kelompok strategis di tatar parahyangan yang memiliki komitmen menjaga budaya dan manusia Sunda di jagat bumi ini.
Wallahu’alam bissawab
Kalau mau menikmati makanan orang Sunda, silahkan datang ke tanah parahyangan.