Tatar Parahyangan menjadi daerah penyangga ibu kota. Jawa Barat menjadi wilayah penting dalam keberadaan ibu kota. Bahkan pernah Bandung disebut-sebut sebagai calon ibu kota negeri dan daerah dekat Cibubur sudah “dicalonkan” menjadi kawasan ibu kota baru menggantikan Jakarta.
Fakta bahwa Jawa Barat merupakan wilayah dengan penduduk besar dan industri strategis berada cukup menunjukkan betapa pentingnya tatar Sunda ini.
Bagaimana mewujudkan Parahyangan menjadi basis kemajuan bangsa Indonesia ? Beberapa poin disini bisa dipertimbangkan.
Pertama, dari segi sumber daya manusia, tatar Parahyangan tidak diragukan lagi adalah miniatur Indonesia. Hampir semua suku dan orang-orang ternama dan terkemuka berada di daerah sekitar Jawa Barat. Ini menunjukkan bahwa Tatar Sunda penting menjadi zona penyangga kemajuan. Oleh sebab itulah sumber daya manusia yang kaya ini perlu dipertajam sehingga menghasilkan energi optimal untuk Parahyangan.
Kedua, pemberdayaan sumber daya manusia tidak terbatas pada orang Sunda an sich. Pandangan multinasional dan global telah menjadi bagian dari keniscayaan di abad telekomunikasi ini. Maka Parahyangan terbuka sebagai wilayah bagi semua unsur yang akan memperkaya ke-Indonesiaan.
Ketiga, meski sumber daya alam menipis namun ekstensifikasi dan intensifikasi merupakan kunci pemberdayaan alam. Perhatian terhadap Green Movement sudah menjadi kemutlakan dalam pemberdayaan alam. Kalau diperhatikan sebagai lumbung beras, tatar Sunda bisa menjadi sebuah aset penting dalam kesulitan pangan sekarang. Tanah yang mendukung akan memberikan kunci bagi pangan di masa depan. Oleh sebab itu maka perhatian terhadap kondisi tanah khususnya untuk lahan pertanian menjadi prioritas utama.
Keempat, pendidikan menjadi sebuah kunci dalam persaingan global. Di Inggris, pendidikan gratis sampai tingkat college, setingkat dengan kelas 3 SMA dan tingkat 1 universitas. Mengapa di Indonesia pendidikan menjadi barang mewah? Ini tantangan bagi pemerintah dan masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang mendukung bagi semua kebutuhan pendidikan. Asas pendidikan gratis harus diperkuat dan diteruskan. Tidak sampai disana, asas pendidikan sepanjang hayat harus digelorakan kalau memang tatar Parahyangan tidak ingin terhapus dari peta dunia.
Kelima, antisipasi berbagai persoalan global untuk diperhatiakn dalam kebijakan lokal dan daerah. Masalah energi, pangan dan lingkungan menjadi kata kunci penting. Sudah sepatutnya perhatian ini juga arahkan kepada pendalaman tiga bidang ini di tatar Sunda. Wallahu’alam.
Kalau mau menikmati makanan orang Sunda, silahkan datang ke tanah parahyangan.